All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
6e5de495cb62b3cdcae9358639a1b1f4.jpg

Berbisnis dan Berjualan untuk Survival

Cara bertahan hidup di zaman sekarang ini adalah dengan berjualan yang tekun. Dari zaman dahulu perekonomian warga negara Indonesia yang paling bertahan dalam situasi krisis adalah berdagang, baik skala besar ataupun kecil.

Pebisnis ulung pun pasti berjualan juga, strategi marketing yang banyak serta presentasi yang meyakinkan itulah strateginya. Namun yang pasti hampir setiap individu saat ini adalah para pedagang online, betul kan???

Kami pun menganjurkan seluruh fasilitator kami untuk berbisnis atau berjualan, baik jasa ataupun produk. Sampai saat ini, Alhamdulillah banyak diantara fasilitator kami yang berjualan dengan konsisten seperti

1. Mr Mustopa dengab Logika Katering

2. Mr Doni Hamzah dengan Outdoor Outfit dan peralatan Outdoor

3. Mr Hanhan A Burhanudin dengan Totok Punggung Al Fatih, Celana Tactical dan Tas Outdoor serta Jasa MC di Pernikahan dan Nasyid

4. Mr Kurtubi dengan Totok Punggung Baitul Ikhtiar

5. Mr Andri Lesmana dengan Bimbel nya

6. Ms Siti Nur Ramadhiati dengan Chocofaza

7. Mr Dian Purnama dengan Dhifa Shop yang menjajakan Peralatan Rumah Tangga dan kaos anak yang lucu lucu

8. Mr Ikhwan dengan Boneka Rajut yang imut

9. Ms Megasari dengan Sepatu Lucu nya

Dan masih banyak lagi fasil kami yang berbisnis, baik di rumah atau di sekolah. Sekarang jika ingin membeli sesuatu, tinggal pegang HP dan pilih menu, bukan??? semudah itu lah survival dengan cara berjualan. Apakah sulit? pasti kesulitan itu ada, namun jika dihadapi pasti ada jalan keluarnya, jika tidak dihadapi mana bisa ada jalan keluarnya. Mempersiapkan generasi yang tangguh, bisa dimulai dari diri kita, yuk mari mulai berbisnis...

    

#sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id

Workshop Akar Alam Batch 01

Untuk memahami Sekolah Alam secara menyeluruh dan tuntas, terkadang penggiat sekolah alam cukup mengalami kesulitan. Tidak hanya kesulitan mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar, namun pada tataran konsep banyak sekali bias karena sekolah alam lahir di komunitas dan masing-masing komunitas mengembangkan sendiri sesuai kondisi sekolahnya masing-masing. Ini tidak salah karena setiap sekolah alam unik sesuai dengan insitu developmentnya. Namun tidak sedikit terjadinya bias pada konsep sehingga tidak lagi sesuai dengan sekolah alam yang digagas dari konseptornya Bang Lendo Novo.

Untuk itulah Bang Lendo dan tim di Yayasan Alam Semesta merasa perlu untuk tetap memberikan pencerahan khususnya bagi sahabat-sahabat yang ingin mendirikan atau mengembangkan sekolah alam di seluruh nusantara. Kegiatan ini dikemas dalam pelatihan dengan nama Akademi Kurikulum pembelajARan sekolah ALAM (Akaralam).  Dalam kegiatan selama 3 hari ini Bang Lendo akan menjelaskan konsep sekolah alam, apa yang menjadi dasar pendirian sekolah alam, apa saja pilar kurikulum sekolah alam dan berapa besar porsi masing-masing pilar tersebut. Semua hal tersebut di bahas tuntas sehingga seluruh penggiat sekolah alam akan mendapatkan penjelasan gamblang langsung dari konseptornya.

Kegiatan akaralam ditindaklanjuti dengan workshop akaralam, yakni mengimplementasikan hal-hal yang sudah dipahami di kegiatan akaralam. Dengan waktu 3 hari para peserta menyusun kurikulum, mulai dari kegiatan tahunan, semester, mingguan hingga harian. Membuat spiderweb, merancang aktivitas belajar yang memiliki muatan kurikulum dengan kombinasi pilar yang sesuai, yakni akhlak, logika, kepemimpinan dan bisnis. Kesalahan penyusunan akan berakibat timpangnya porsi akhlak yang berujung pada hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Pada akhirnya seluruh penggiat sekolah alam harus menyadari bahwa menjalankan sekolah alam tidak cukup dengan sekedar membuat pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan tentu dengan mudah dibuat siapa saja, namun apakah memiliki sasaran dan tujuan yang benar sesuai konsep sekolah alam?

 

Kegiatan akhir dari workshop akaralam, yang tidak kalah pentingnya adalah penilaian. Penilaian tentunya bukan yang selama ini sekolah reguler jalankan, yakni sekedar ujian, lalu diambil nilainya. Ranking sejak awal bukanlah cara sekolahalam menilai karena setiap anak unik sesuai dengan bakatnya masing-masing. Namun Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dan diamanahi sebagai mitra orang tua dalam mendidik anak, tentu wajib memonitor, mengikuti rekam jejak, menelusuri bakat minat anak dari waktu-kewaktu. Skup dan sekuensial yang jelas serta rekam jejak tiap anak didik menjadi kewajiban setiap fasilitator untuk mengkomunikasikannya kepada orang tua.

Alhamdulillah kegiatan Workshop Akar Alam berjalan dengan lancar. Acara ini bertempat di gedung Multimedia, Aula P4TK Penjas dan BK pada tanggal 3 hingga 5 April 2018 yang lalu. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 38 peserta yang berasal dari beberapa sekolah alam di nusantara, baik dari Medan, Bangka Belitung, Semarang, Jambi Pekan Baru, Blitar, Probolinggo, Solok, Riau, Lampung, Pangkalan Bun, Kalimantan dan daerah lain.

Diharapkan dari kegiatan ini, seluruh peserta penggiat sekolah alam dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat. Peserta dimudahkan dengan membawa pulang buku kurikulum yang menjadi panduan penyusunan kurikulum sesuai insitu development di sekolah masing-masing. Selain buku kurikulum, beberapa buku yang juga dapat menjadi contoh kegiatan seperti blue print KTSP sekolah alam, handbook kurikulum kepemimpinan, buku kurikulum akhlak little khalifa, Juknis kurikulum bisnis, science project sequence dan log book, chicnologic berisi panduan berkreasi dengan sains DIY, raport bakat serta format dan panduan penilaian serta raport sekolah alam.

Kebersamaan Bang Lendo dan tim serta para penggiat sekolah alam di workshop akaralam, ditutup dengan mengunjungi salah satu lokasi komunitas yang dikelola masyarakat sekitar dan School of Universe di setu Pengasinan Depok, yakni Kampung In the Garden. Sebuah kawasan penduduk yang dibuat menjadi sentra bisnis insitu development tanaman hias. Setiap sekolah alam harus dapat bersinergi dengan masyarakat, memberi manfaat seluas-luasnya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar sehingga menjadi rahmatan lil alamin.

InsyaAllah dalam waktu dekat, workshop akar alam batch 2 akan digelar kembali melihat antusiasme penggiat sekolah alam yang sangat besar, namun lagi-lagi dibatasi oleh kapasitas tempat dan SDM yang tersedia. Semoga alumni-alumni workshop akaralam dapat kembali bertemu dalam kegiatan ombak alam (fokus pada metode pengajaran).

 

Tidung Island SM SoU

Ahad 25 Maret 2018

Masa masa ribet dan repot bagi peserta kegiatan Tidung Island. Kenapa? karena itulah persiapan terakhir untuk perjalanan selama 3 hari. Memang dekat dan tidak terlalu jauh, tapi jauh atau dekat persiapan pasti harus matang, baik mental ataupun fisik.

Senin 26 Maret 2018, pkl 04.00 banyak dari kami sudah berada di stasiun Kota Jakarta. Hampir selurunya sudah berbaris rapi hingga saat tiba pkl 06.30 beberapa kelompok sudah menuju ke Halte Trans Jakarta menuju ke Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. 

Perjalanan laut pun dimulai pkl 08.30. Menggunakan kapal menuju ke Pulau Tidung Kecil, kemudian pkl 11.00 sampai. Mendapatkan materi singkat tentang tanaman penghalau abrasi pantai yaitu Mangrove dan langsung menanam. Setelah selesai, kami menuju ke Pulau Tidung Besar dengan berjalan kaki, karena sambil mengobservasi kegiatan masyarakat sekitar. Kemudian kami singgah di pembibitan ikan Kerapu yang sangat keren. Setelah mendapat ilmu banyak, kami menuju ke homestay yang jaraknya lumayan jauh, berjalan kaki kami lakoni, walaupun lelah tapi lillah.

Kami beristirahat sampai hari Selasa 27 Maret 2018, karena agenda padat, maka hari ini kami memulai kegiatan dengan eksplorasi bisnis warga sekitar. Setelah itu kami meluncur ke tengah laut untuk mengeksplorasi biota laut dengan snorkling. Lelah kami terbayar dengan keindahan laut yang sangat keren. 

Selepas itu, sore hari kami menuju ke pelabuhan guna mewawancarai nelayan yang sudah pulang melaut, ikan besar pun kami beli untuk dibakar pada malam nanti. 

Ternyata pekerjaan sebagai nelayan itu memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Bayangkan, di tengah laut lepas para nelayan menggantungkan arah dengan insting. Mencari ikan selama 24 jam, belum lagi jika ada ikan yang menyundul kapal, ada yang sampai terbalik. Belum lagi jika ada kapal tongkang yang besar yang tidak bisa melihat kapal kecil milik nelayan. Ibarat mobil, kapal tongkang mirip dengan mobil Truk, ada "blind spot" yang tidak bisa melihat mobil kecil. Dari sini kami memaknai bahwa profesi ini sangat menegangkan dan mulia. 

Malam hari kami melaksanakan bakar ikan yang lumayan besar ikan Tenggiri. Selesai itu kami istirahat karena esok Rabu 28 Maret, kami melaksanakan bersih bersih pantai kemudian melakukan perjalanan selesai dan kembali ke rumah. 

Meninggalkan jejak dan cerita bersama, semoga teringat sampai nanti

Wrote by : Subki

SoU TNUK 2018

Perjalanan kami berlanjut ke Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)

Ekspedisi yang membutuhkan stamina prima dan mental baja ini kami lakukan selama 5 hari 4 malam, dimulai pada Ahad 11 Maret s/d Kamis 15 Maret 2018. 

Perjalanan darat kami tempuh selama 9 jam. Kemudian lanjut ke Pulau Handeleum dengan Speed Boat selama 2 jam. Kemudian ke Pulau Peucang selama 2,5 jam. Itu hanya perjalanan berangkat saja, jika dengan perjalanan pulang, silakan dikalikan 2.

Senin 12 Maret 2018, Menyusuri sungai Cigenter dengan Cano (perahu kecil) kemudian eksplorasi Padang Gembalaan yang ada di dekatnya. Namun yang terlihat hanya beberapa Burung Merak. Perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Handeleum, di sana banyak Rusa dan beberapa Monyet. Eksplorasi Handeleum dimulai, dari hutan sampai pantai yang indah.

Hari selanjutnya Selasa 13 Maret 2018, kami maluncur ke Pulau Handeleum, di sana ada banyak sekali Babi Hutan, Monyet, Rusa dan juga Burung Merak. Selama dua hari di Peucang, kami puas dengan bermain di pantainya yang indah.

Rabu 14 Maret 2018, masih dari Peucang kami menuju Cibom dan melaksanakan Trekking susur hutan dan Samudera Hindia serta menuju ke Ciramea dan Tanjung Layar, tempat Mercusuar yang ada. Setelahnya kami melakukan penyeberangan basah dari pinggir pantai ke Kapal yang ada di tengah laut, sensai terbawa ombak yang menegangkan pun, kami rasakan. Kembali ke Peucang, kami bermain di Pantai selama 3 jam, sungguh puas. 

Kamis 15 Maret 2018, perjalanan berkahir, kami menuju Pelabuhan Sumur dan akan menuju ke #sou kemudian pulang ke rumah masing masing. What a wonderful days at TNUK 

 

#sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id

Peranan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Peranan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Masa depan anak sepenuhnya ada di tangan anak itu sendiri dan orangtua. Unsur lain yang berkontribusi adalah lingkungan dan kemudian pendidikan. Seyogyanya, orangtua menjadi role model bagi anak, mencarikan lingkungan yang baik, mencarikan pendidikan yang terbaik pula. Satu dekade ke belakang, sarjana adalah hal yang *wajib* bagi seorang anak, itulah salah satu "titipan" dari orangtua. Zaman sekarang ini, hal itu sudah mulai terkikis, kenapa? karena tujuan pendidikan diantaranya adalah *menjadikan peserta didik mampu mencari nafkahnya sendiri*  

Sejak saat itulah, skill menjadi hal yang sangat disorot oleh dunia kerja. Di beberapa negara maju, kemampuan spesifik yang dimiliki oleh seseorang sangat dihargai. Bahkan gaji yang diterimanya bisa lebih dari yang kita bayangkan, dan mereka memiliki sertifikasi di bidang itu atau Certified.

Langkah kongkrit yang kami lakukan adalah, menggali potensi anak sehingga muncul "bintang"nya sedini mungkin. Jadi tidak ada masa yang lama untuk mereka belajar tentang kehidupan dan cara hidup.

Sekarang, kami ingatkan kembali tentang peran orangtua yang sentral, tentang pendidikan bagi anak-anak mereka. Karena aset terbesar bagi orangtua "kelak" adalah anak-anak yang sholeh, kuat fisik, kehidupan dan finansial. Ini sesuai dengan fiman Allah dalam surat An Nisa ayat 9 :

 

 وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا.

 

Artinya: Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

Semoga Allah selalu menuntun kita dalam kebaikan

 

 Lendo Novo

(Konseptor Sekolahalam)

 

#sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id