All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
6e5de495cb62b3cdcae9358639a1b1f4.jpg

EARTH DAY

  

Perjalanan Bumi yang kita pijak ini, sudah hampir mendekati waktu yang ditentukan oleh Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Keadaan Bumi yang semakin menua dan semakin "bersahabat" dengan hingar bingar kehidupan manusia di dunia ini. Tak ayal, dari miliaran populasi manusia di bumi, semuanya pasti menghasilkan sampah, baik organik ataupun sampah non organik dan juga "sampah masyarakat". Hiampir seluruh bagian bumi sudah tercemar sampah yang kronis dan berbahaya bagi ekosistem dan lingkungan. Contoh yang paling konkrit adalah mencairnya gunung es di Kutub Utara dan Selatan lebih cepat, tumpahan minyak di laut sehinga banyak biota laut mati karenanya dan belum lagi penebangan pohon liar di hutan pemburuan hewan yang tinggal di hutan dan banyak lagi macam yang lain dari tindak tanduk manusia yang merugikan.

School Of Universe dan Sekolah Alam hadir di masa masa kronis ini, sejak 20 tahun yang lalu, kami sudah mengkampanyekan tentang kepentingan alam dan lingkungan melalui sekolah alam. Tanpa disadari 20 tahun ini banyak sudah konsep konsep tentang ramah lingkungan, "back to nature" dan lainnya yang berkaitan dengan keselamatan lingkungan dan alam.

Memperingati hari bumi, bukan hanya slogan saja bagi kami, karena sejak 20 tahun lalu kami mencoba dan mengaplikasikan cara belajar yang baik, cara bekerja yang baik dan cara ber"muamalah" dengan bumi dan alam sekitar dengan baik. Dengan semakin menyebarnya sekolah alam Se Indonesia ini mudah mudahan menjadi bekal bagi generasi penerus bangsa ini agar menjadikan alam yang sudah mulai tua ini sebagai bahan pembelajaran sepanjang hayat yang harus dilestarikan keberadaannya. Semoga kebijakan yang dihasilkan dari pemerintahan Indonesia bisa membantu memperbaiki kondisi alam di seluruh tanah air tercinta ini

 

Berbisnis dan Berjualan untuk Survival

Cara bertahan hidup di zaman sekarang ini adalah dengan berjualan yang tekun. Dari zaman dahulu perekonomian warga negara Indonesia yang paling bertahan dalam situasi krisis adalah berdagang, baik skala besar ataupun kecil.

Pebisnis ulung pun pasti berjualan juga, strategi marketing yang banyak serta presentasi yang meyakinkan itulah strateginya. Namun yang pasti hampir setiap individu saat ini adalah para pedagang online, betul kan???

Kami pun menganjurkan seluruh fasilitator kami untuk berbisnis atau berjualan, baik jasa ataupun produk. Sampai saat ini, Alhamdulillah banyak diantara fasilitator kami yang berjualan dengan konsisten seperti

1. Mr Mustopa dengab Logika Katering

2. Mr Doni Hamzah dengan Outdoor Outfit dan peralatan Outdoor

3. Mr Hanhan A Burhanudin dengan Totok Punggung Al Fatih, Celana Tactical dan Tas Outdoor serta Jasa MC di Pernikahan dan Nasyid

4. Mr Kurtubi dengan Totok Punggung Baitul Ikhtiar

5. Mr Andri Lesmana dengan Bimbel nya

6. Ms Siti Nur Ramadhiati dengan Chocofaza

7. Mr Dian Purnama dengan Dhifa Shop yang menjajakan Peralatan Rumah Tangga dan kaos anak yang lucu lucu

8. Mr Ikhwan dengan Boneka Rajut yang imut

9. Ms Megasari dengan Sepatu Lucu nya

Dan masih banyak lagi fasil kami yang berbisnis, baik di rumah atau di sekolah. Sekarang jika ingin membeli sesuatu, tinggal pegang HP dan pilih menu, bukan??? semudah itu lah survival dengan cara berjualan. Apakah sulit? pasti kesulitan itu ada, namun jika dihadapi pasti ada jalan keluarnya, jika tidak dihadapi mana bisa ada jalan keluarnya. Mempersiapkan generasi yang tangguh, bisa dimulai dari diri kita, yuk mari mulai berbisnis...

    

#sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id

Workshop Akar Alam Batch 01

Untuk memahami Sekolah Alam secara menyeluruh dan tuntas, terkadang penggiat sekolah alam cukup mengalami kesulitan. Tidak hanya kesulitan mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar, namun pada tataran konsep banyak sekali bias karena sekolah alam lahir di komunitas dan masing-masing komunitas mengembangkan sendiri sesuai kondisi sekolahnya masing-masing. Ini tidak salah karena setiap sekolah alam unik sesuai dengan insitu developmentnya. Namun tidak sedikit terjadinya bias pada konsep sehingga tidak lagi sesuai dengan sekolah alam yang digagas dari konseptornya Bang Lendo Novo.

Untuk itulah Bang Lendo dan tim di Yayasan Alam Semesta merasa perlu untuk tetap memberikan pencerahan khususnya bagi sahabat-sahabat yang ingin mendirikan atau mengembangkan sekolah alam di seluruh nusantara. Kegiatan ini dikemas dalam pelatihan dengan nama Akademi Kurikulum pembelajARan sekolah ALAM (Akaralam).  Dalam kegiatan selama 3 hari ini Bang Lendo akan menjelaskan konsep sekolah alam, apa yang menjadi dasar pendirian sekolah alam, apa saja pilar kurikulum sekolah alam dan berapa besar porsi masing-masing pilar tersebut. Semua hal tersebut di bahas tuntas sehingga seluruh penggiat sekolah alam akan mendapatkan penjelasan gamblang langsung dari konseptornya.

Kegiatan akaralam ditindaklanjuti dengan workshop akaralam, yakni mengimplementasikan hal-hal yang sudah dipahami di kegiatan akaralam. Dengan waktu 3 hari para peserta menyusun kurikulum, mulai dari kegiatan tahunan, semester, mingguan hingga harian. Membuat spiderweb, merancang aktivitas belajar yang memiliki muatan kurikulum dengan kombinasi pilar yang sesuai, yakni akhlak, logika, kepemimpinan dan bisnis. Kesalahan penyusunan akan berakibat timpangnya porsi akhlak yang berujung pada hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Pada akhirnya seluruh penggiat sekolah alam harus menyadari bahwa menjalankan sekolah alam tidak cukup dengan sekedar membuat pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan tentu dengan mudah dibuat siapa saja, namun apakah memiliki sasaran dan tujuan yang benar sesuai konsep sekolah alam?

 

Kegiatan akhir dari workshop akaralam, yang tidak kalah pentingnya adalah penilaian. Penilaian tentunya bukan yang selama ini sekolah reguler jalankan, yakni sekedar ujian, lalu diambil nilainya. Ranking sejak awal bukanlah cara sekolahalam menilai karena setiap anak unik sesuai dengan bakatnya masing-masing. Namun Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dan diamanahi sebagai mitra orang tua dalam mendidik anak, tentu wajib memonitor, mengikuti rekam jejak, menelusuri bakat minat anak dari waktu-kewaktu. Skup dan sekuensial yang jelas serta rekam jejak tiap anak didik menjadi kewajiban setiap fasilitator untuk mengkomunikasikannya kepada orang tua.

Alhamdulillah kegiatan Workshop Akar Alam berjalan dengan lancar. Acara ini bertempat di gedung Multimedia, Aula P4TK Penjas dan BK pada tanggal 3 hingga 5 April 2018 yang lalu. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 38 peserta yang berasal dari beberapa sekolah alam di nusantara, baik dari Medan, Bangka Belitung, Semarang, Jambi Pekan Baru, Blitar, Probolinggo, Solok, Riau, Lampung, Pangkalan Bun, Kalimantan dan daerah lain.

Diharapkan dari kegiatan ini, seluruh peserta penggiat sekolah alam dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat. Peserta dimudahkan dengan membawa pulang buku kurikulum yang menjadi panduan penyusunan kurikulum sesuai insitu development di sekolah masing-masing. Selain buku kurikulum, beberapa buku yang juga dapat menjadi contoh kegiatan seperti blue print KTSP sekolah alam, handbook kurikulum kepemimpinan, buku kurikulum akhlak little khalifa, Juknis kurikulum bisnis, science project sequence dan log book, chicnologic berisi panduan berkreasi dengan sains DIY, raport bakat serta format dan panduan penilaian serta raport sekolah alam.

Kebersamaan Bang Lendo dan tim serta para penggiat sekolah alam di workshop akaralam, ditutup dengan mengunjungi salah satu lokasi komunitas yang dikelola masyarakat sekitar dan School of Universe di setu Pengasinan Depok, yakni Kampung In the Garden. Sebuah kawasan penduduk yang dibuat menjadi sentra bisnis insitu development tanaman hias. Setiap sekolah alam harus dapat bersinergi dengan masyarakat, memberi manfaat seluas-luasnya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar sehingga menjadi rahmatan lil alamin.

InsyaAllah dalam waktu dekat, workshop akar alam batch 2 akan digelar kembali melihat antusiasme penggiat sekolah alam yang sangat besar, namun lagi-lagi dibatasi oleh kapasitas tempat dan SDM yang tersedia. Semoga alumni-alumni workshop akaralam dapat kembali bertemu dalam kegiatan ombak alam (fokus pada metode pengajaran).

 

Tidung Island SM SoU

Ahad 25 Maret 2018

Masa masa ribet dan repot bagi peserta kegiatan Tidung Island. Kenapa? karena itulah persiapan terakhir untuk perjalanan selama 3 hari. Memang dekat dan tidak terlalu jauh, tapi jauh atau dekat persiapan pasti harus matang, baik mental ataupun fisik.

Senin 26 Maret 2018, pkl 04.00 banyak dari kami sudah berada di stasiun Kota Jakarta. Hampir selurunya sudah berbaris rapi hingga saat tiba pkl 06.30 beberapa kelompok sudah menuju ke Halte Trans Jakarta menuju ke Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. 

Perjalanan laut pun dimulai pkl 08.30. Menggunakan kapal menuju ke Pulau Tidung Kecil, kemudian pkl 11.00 sampai. Mendapatkan materi singkat tentang tanaman penghalau abrasi pantai yaitu Mangrove dan langsung menanam. Setelah selesai, kami menuju ke Pulau Tidung Besar dengan berjalan kaki, karena sambil mengobservasi kegiatan masyarakat sekitar. Kemudian kami singgah di pembibitan ikan Kerapu yang sangat keren. Setelah mendapat ilmu banyak, kami menuju ke homestay yang jaraknya lumayan jauh, berjalan kaki kami lakoni, walaupun lelah tapi lillah.

Kami beristirahat sampai hari Selasa 27 Maret 2018, karena agenda padat, maka hari ini kami memulai kegiatan dengan eksplorasi bisnis warga sekitar. Setelah itu kami meluncur ke tengah laut untuk mengeksplorasi biota laut dengan snorkling. Lelah kami terbayar dengan keindahan laut yang sangat keren. 

Selepas itu, sore hari kami menuju ke pelabuhan guna mewawancarai nelayan yang sudah pulang melaut, ikan besar pun kami beli untuk dibakar pada malam nanti. 

Ternyata pekerjaan sebagai nelayan itu memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Bayangkan, di tengah laut lepas para nelayan menggantungkan arah dengan insting. Mencari ikan selama 24 jam, belum lagi jika ada ikan yang menyundul kapal, ada yang sampai terbalik. Belum lagi jika ada kapal tongkang yang besar yang tidak bisa melihat kapal kecil milik nelayan. Ibarat mobil, kapal tongkang mirip dengan mobil Truk, ada "blind spot" yang tidak bisa melihat mobil kecil. Dari sini kami memaknai bahwa profesi ini sangat menegangkan dan mulia. 

Malam hari kami melaksanakan bakar ikan yang lumayan besar ikan Tenggiri. Selesai itu kami istirahat karena esok Rabu 28 Maret, kami melaksanakan bersih bersih pantai kemudian melakukan perjalanan selesai dan kembali ke rumah. 

Meninggalkan jejak dan cerita bersama, semoga teringat sampai nanti

Wrote by : Subki