All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
6e5de495cb62b3cdcae9358639a1b1f4.jpg

Festival Gue Banget, Peringati 20 Tahun Sekolah Alam

Dalam rangka memperingati hari jadi ke-20, Sekolah Alam mengadakan kegiatan Festival Gue Banget (FGB) di Kinanti Building, Kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, (25/8). 

Konseptor Sekolah Alam, Lendo Novo mengatakan, FGB merupakan kegiatan festival yang memfasilitasi berbagai bidang minat dan bakat. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa minat dan bakat adalah karunia yang ada pada setiap orang sebagai modal untuk berkarya secara maksimal.

“Rupanya tidak semua menyadari bahwa di dalam dirinya tedapat bakat dan kekuatan yang luar biasa. Karena tidak semua orang mengenal bakatnya sendiri. Berharap melalui FGB lebih banyak orang yang mau menggali minat dan bakatnya,” kata Lendo.

Selama festival berlangsung, terdapat beberapa penampilan yang disuguhkan oleh siswa-siswi sekolah yang tergabung dalam Sekolah Alam seperti School of Universe, Sekolah Alam Cikeas, Sekolah Alam Bintaro, Sekolah Alam Bekasi, Sekolah Alam Kebun Tumbuh, Sekolah Alam Depok, AB Home dan Sekolah Alam Bogor.

Acara yang dimulai pukul 08.30 tersebut diawali penampilan kolaborasi musik barang bekas oleh siswa. Kemudian The Rombenkz Recycle dan Sekolah Master Indonesia serta pertunjukan pencak silat.

“Ada juga Ali Sastra (penyanyi pendatang baru dari Bandung), Mahagenta Band dan beberapa talents yang ikut memeriahkan acara pembukaan. Seperti, Wiwid Gradasi (beatbox), Rosgana (Yoyo Master), Stars Basketball Freestyle,” terang CEA Maestro School Of Technopreneur, Donny Prayudi.

Acara FGB semakin meriah karena MC dibawakan oleh Dik Doang dan Ahmad Subki yang juga mengawali kegiatan dengan doa bersama langsung dipimpin oleh Dik Doang. Beberapa tokoh memberikan sambutan dalam acara pembukaan ini, seperti Ahmad Syarbini (Ganesha Maju Bersama), Nurul Khamdi (Jaringan Sekolah Alam Nusantara) dan Lendo Novo (Konseptor Sekolah Alam).

Salah satu agenda acara penting dalam FGB ini adalah presentasi bisnis dan wisuda kelulusan lima orang mahasiswa Maestro School of Technopreneur, yaitu Muhammad Khalid, Afrizal Firdaus, Irfan Burhanuddin Anwar, Aurayurry Kaniaazka dan Hamzah Fath.

“Masing-masing wisudawan didampingi oleh maestronya. Karena Maestro School of Technopreneur berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang semuanya adalah pengusaha muda, maka setiap wisudawan sudah harus memiliki bisnis untuk dapat diwisuda,” jelas Donny.

Donny menuturkan, prosesi wisuda kelulusan (pemberian medali kelulusan) dilakukan oleh seorang pengusaha nasional. Dan untuk wisuda angkatan pertama ini, pengusaha nasional yang terpilih untuk memberikan medali kelulusan adalah Sandiaga Uno.

“Menariknya, Sandiaga Uno menyimak dengan baik presentasi bisnis dari masing-masing wisudawan, bahkan sempat menjajal produk sepeda listrik buatan Irfan Burhanuddin Anwar,” tuturnya.

Setelah prosesi wisuda, FGB dilanjutkan dengan beberapa penampilan seni dan kreativitas mewakili berbagai minat dan bakat. Diantaranya, peragaan busana kain lurik hasil karya oleh Naura (AB Home), peragaan busana muslimah karya Nabila Mufidah (SA Ar Ridho), tari tradisional Tobelo dari siswa-siswi School of Universe, tarian tradisional oleh pelajar SA Mekar Bakti dan Pak Jayadi (SA Tanah Tingal) yang bercerita tentang pengalaman bersepeda ke Pulau Lombok.

“FGB juga dimeriahkan oleh beberapa tutorial untuk para pengunjung, seperti tutorial beatbox dari Wiwid Gradasi, puppet show dari Puppetaria, melukis dari Widi S. Martodihardjo dan tending animal dari komunitas sugar glider,” beber Donny.

Selain penampilan minat dan bakat serta tutorial dari para pengisi acara, FGB juga diramaikan dengan pameran produk dan karya dari para wisudawan, Green Education, Museum Sekolah Alam, Talents Mapping (LeadPro), Helmy (siswa SoU) dan berbagai Sekolah Alam.

“Sekolah yang menggelar pameran adalah School of Universe, Maestro School of Technopreneur, Nuefa Digital Campus, SA Al Karim, AB Home, SA Kendal, SA Cahaya Lampung, SA Bintaro, SA Batu Raden, SA Atifa, SA Medan Raya, SA Bambu Item, Sekolah Al Jannah, SA Duri, SA Kebun Tumbuh, SA Bekasi, SA Lampung, SA An Naba, SA Karawang, SA Balikpapan, SA Tangerang Mekar Bakti, SA Golden Solok, SA Purwakarta, SA Depok, SA Probolinggo, SA Alizzah Krian, SA Palembang, SA Excelensia Madura, SA Ar Ridho, SA Serang Banten, SA Bogor, Salima Klaten, SA Ciomas Bogor, SA Bangka Belitung, SA Surya Mentari, SA Insan Kamil Gowa, SA Jingga, SA Bontang dan Az Zakiyah Islamic School,” jelasnya.

FGB ini diselenggarakan oleh Yayasan Alam Semesta, School of Universe (SoU), Maestro School of Technopreneur (MSoT) bekerja sama dengan Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), Ganesha Maju Bersama (GMB), Oke Oce Global Office dan didukung oleh beberapa pihak sponsor seperti: Bank Syariah Mandiri (KCP Sudirman, Bogor), Blitz Production, Kriya Nusantara,  OcTeen Design, Jasmine Caffee dan Oza Takoyaki. (san)

 

sumber : Radar Depok

Seri Bakat : Fotografi dan Film Maker

20 Tahun yang lalu anak ini masih lucu, imut dan aktif pastinya...Fotografi dan Film Maker menjadi pilihan jalannya setelah melanglang buana dengan pengalaman yang banyak.

Passion memang Bikin Happy. Tagline ini benar adanya, karena Passion yang membuat senang dan dibayar dengan materi, pasti menyenangkan.

Beberapa kegiatan dilakukan baik indoor ataupun outdoor. Bekerja sama dengan Gastank Magazine sebagai freelance fotografer. Saat ini tiada yang lebih membahagiakan kecuali menemukan passion kita. Ya, itulah Aurayury Kaniaazka, putra dari Bapak Imam Wahyudi, salah satu wartawan senior di Indonesia.

Semoga kita semua dan juga generasi penerus kita memiliki Passion yang Bikin Happy...#GMB #kurniamarina #jasminecafe #jsan #diphabarus #kriyanusantara #thrive #wiseguy #lockermedia #Mahagenta #thrive #therombenkz #soundformer #rumahlagu #puppetaria #NurSOUry #gastank #phoneyourtone #leadpro #sipesat #insightinvesment #bumilangit #blitzproduction #mahagenta #alisastra ##festival #gue #banget #fgb #sekolahseru #sekolahku #lendonovo #konseptor #lendo #sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam#sass #studentscout #sekolahalamstudentscout #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id

Sebuah refleksi perjalanan 20 tahun Sekolah Alam

Apakah betul pembangunan ekonomi harus menjadi sokoguru setiap bangsa?Apakah betul untuk membangun ekonomi bangsanya kita wajib berhutang?Apakah betul ekonomi merupakan jati diri sebuah bangsa untuk disebut sebagai negara maju atau negara terbelakang?

Semua jawaban dari pertanyaan ini sebetulnya harus menjadi dasar kita untuk membangun sebuah bangsa yang Rahmatan Lil Alamin, yaitu sebuah bangsa yang memberi Rahmat kepada bangsa-bangsa lainnya di seluruh dunia?

Dari sejak saya lahir sampai hari ini, banyak kejadian tiada henti yang membuka mata hati saya untuk memahami arti ekonomi yang banyak menyebabkan kerusakan lingkungan dan pertikaian antar bangsa di berbagai belahan bumi. Karena keterbatasan sumberdaya alamnya dan iklim yang ekstrim, masyarakat Eropa secara paksa menjajah hampir seluruh bangsa di seantaro dunia. Kalau dulu secara fisik dengan kekuatan tentara, sekarang melalui mekanisme perang dagang seperti yang saat ini dialami oleh Turky, China dan US.

Jika kita percaya bahwa penjajahan akan berlangsung sepanjang masa, bagaimana cara yang paling tepat untuk menghadapinya? Jerman dan Jepang telah berhasil membuktikan cara terbaik untuk menghadapi penjajahan tersebut dengan cara mengikuti sunah-Nya, yaitu membangun kekuatan ekonomi dengan cara membeli produk buatan rakyat sendiri (apapun kualitas nya berapapun harganya) sehingga kita tidak tergantung dengan bangsa asing. Kalau ini sudah mampu kita penuhi, baru kita membantu negara lainnya untuk sebesar-besarnya kebaikan.

Sampai hari ini saya belum pernah melihat bangsa Jepang ikhlas membantu negara lain untuk bisa mandiri dan berbagi kebaikan kepada bangsa lainnya.

Pertanyaannya kemudian, darimana kita harus memulai membangun kekuatan ekonomi mandiri ini?

Cara yang juga sama dengan yang dilakukan oleh Jerman dan Jepang yaitu melalui pendidikan yang fokus pada pembangunan akhlak bangsa. Jerman dan Jepang terkenal dengan akhlak bangsanya yg hebat dan tangguh, bukan karena banyak orang pintarnya. Keduanya kembali mengambil sunah-Nya sebagai cara membangun akhlak bangsa.

Selama fundamental akhlak bangsa tidak terbentuk, Indonesia tidak pernah akan kemana-mana. Jika semua pembangunan infrastruktur di korupsi, maka dalam sekejap akan habis manfaatnya. Berbeda dengan akhlak bangsa yang kuat akan bermanfaat sepanjang masa.

Jika kita sepakat dengan logika pembangunan ini, maka kita tidak perlu banyak berdebat menyoal masalah pembangunan ekonomi, berhutang untuk membangun infrastruktur dan korupsi sepanjang masa. Perdebatan kita akan lebih banyak menyangkut masalah pengentasan kemiskinan, bagaimana berlaku adil kepada sahabat Papua, memperbaiki hutan hujan kita untuk membantu dunia menstabilkan iklim dan pada akhirnya setelah kita bangkit menjadi bangsa besar dapat memberi Rahmat bagi bangsa-bangsa lainnya.

Apakah pemikiran ini sebuah utopia? Tentu tidak, sebagian besar bangsa hebat hanya membutuhkan waktu rata-rata 25 tahun untuk bangkit sesuai sunah-Nya. Ini yang tidak pernah kita rancang dan wujudkan sungguh-sungguh sebagai sebuah bangsa, karena kita terlalu sibuk untuk menjadi serakah karena dibenak kita hanya ada kosakata pembangunan ekonomi? Bukan kosakata membangun akhlak bangsa dan setelah bangkit menjadi bangsa yang Rahmatan Lil Alamin.

Seri bakat : It is All About Passion

Everyone is unique and Hamzah Fath is exceptionally unique. When he was a child, he would rather be on his own than to play with other children and he would learn a lot of subjects including languages by reading books, magazines, watching videos and movies, browsing the Internet and playing video games in his own way and it somehow shaped him into a knowledgable, humorous but rather solitary man.

Being solitary is sometimes required in certain professions that involve confidentiality and secrecy and
his passion for languages especially English has lead him to become a translator, a profession that requires him to be alone most of the time and to remain low profile or even anonymous, something that not many young people would choose nowadays especially in the social media era.

Hamzah has chosen translation program including translating movies or subtitling as his subject and in the past three years during the training he has been watching blockbuster movies, TV series from   international companies while demonstrating his exceptional English mastery and knowledge for various clients from the US, the UK, Canada and Australia, to name a few, and has received praises and kudos from the clients for his excellent translations.

It is only a matter of time that Hamzah will set up his own company, make a name for himself and get busy with orders flowing from aound the world.
(TULISAN DARI MAESTRO HAMZAH FATH, OM ADI SETIADI)

 

#GaneshaMajuBersama #tinyboutique #kurniamarina #jasminecafe #jsan #diphabarus #kriyanusantara #thrive #wiseguy #lockermedia #Mahagenta #thrive #therombenkz #soundformer #rumahlagu #puppetaria #NurSOUry #gastank #phoneyourtone #leadpro #sipesat #insightinvesment #bumilangit #blitzproduction #mahagenta #alisastra ##festival #gue #banget #fgb #sekolahseru #sekolahku #lendonovo #konseptor #lendo #sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam
#sass #studentscout #sekolahalamstudentscout #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id

Seri bakat : Desain Produk - Peran Penting Branding dan Kemasan

Lari, main, gak bisa diam dan aktif. Itu kesan terdahulu dari Afrizal Firdaus, ketika masih berstatus siswa SD sampai sekolah menengah, sebelum lanjut di Pakistan. Saat ini siapa yang menyangka selain tampan dan baik, Afrizal juga memiliki kemampuan dalam design produk. 

Selama kuliah, Afrizal magang di Kriya Nusantara, Bandung. Bersama dengan Sang Mentor Mr Iman Kurnia, banyak hal yang dikerjakan. Perjalanan pembelajarannya juga sangat panjang, selain salah satu murid SA yang pertama kali Afrizal juga termasuk angkatan pertama Maestro School Of Technopreneur yang juga di gagas oleh konseptor yang sama, Lendo Novo.

Sang Maestro, bapak Singgih Lelono puas dengan design yang sudah dimunculkan untuk SIPESAT yang ditemukannya. Sebuah Sistem Pengolahan Sampah Terpadu yang sudah diterapkan dan sukses di banyak tempat seperti sekolah, perkantoran dan lain-lain, di redesain oleh Afrizal sehingga lebih chic dan fungsional. Sebelumnya Afri juga membuat karya bluetooth speaker dengan desain etnic dari etsa logam.

Kini perjalanan panjang akan menanti bagi generasi muda Indonesia, tak terkecuali seluruh civitas Sekolah Alam dan Maestro School Of Technopreneur.

Kini doa kami akan selalu menyertai setiap langkah yang dituju demi menjadikan bangsa Indonesia lebih baik lagi.

#festival #gue #banget #fgb #sekolahseru #sekolahku #lendonovo #konseptor #lendo #sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam

#sass #studentscout #sekolahalamstudentscout #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id