admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
slide01
slide02
slide03
slide04
slide05
slide06

Sekolah-sekolah di masa depan, mungkin akan banyak berada di luar ruangan, bahkan setelah pandemi covid-19 ini selesai

COVID-19 mendorong siswa untuk belajar di luar ruang, dan beberapa orang mengatakan hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan


Anak-anak yang ikut serta dalam perkemahan musim panas di Guelph Outdoor School mendaki jalan setapak. Dengan udara segar yang direkomendasikan sebagai cara untuk menurunkan risiko penularan COVID-19, semakin banyak orang tua yang melihat manfaatnya dalam program pendidikan luar ruangan.

Lima menit berjalan kaki dari jalan terdekat ke sebuah papan kayu penanda lokasi Sekolah Luar Ruang Guelph. Di sana, di hutan terbuka, ada meja pendaftaran - satu-satunya infrastruktur yang terlihat.

Pada suatu hari yang cerah pada bulan Agustus di Sekolah Guelph, Ontario, lusinan anak sedang berjalan kami, dilengkapi dengan topi dan semprotan serangga - semua yang mereka butuhkan untuk seharian penuh di luar ruangan. Berkelompok terdiri dari 10 orang, mereka bermain game, berjalan di sepanjang jalur jalan setapak, mempelajari tulang burung, dan mempelajari bagaimana membedakan tanaman mana yang merupakan Queen Anne’s lace dan mana yang merupakan tanaman beracun water hemlock.

Ini adalah perkemahan musim panas, tetapi Guelph Outdoor School menjalankan program serupa sepanjang tahun. Di masa lalu, program musim gugur dan musim dingin seharian penuh menjadi daya tarik tersendiri, bagi siswa berusia 4 hingga 14 tahun dengan stamina yang cukup untuk menantang alam liar di bulan Januari. Banyak yang bersekolah di rumah atau memiliki pengaturan khusus dengan sekolah reguler mereka untuk datang sekali atau dua kali seminggu.

Namun, pada tahun 2020, dengan udara segar yang dipandang sebagai cara untuk menurunkan risiko penularan COVID-19, semakin banyak orang tua yang melihat pentingnya memindahkan anak-anak mereka ke luar melalui program seperti ini.

"Telepon itu terus berdering dan saya bahkan tidak bisa melacak," kata Chris Green, mantan guru kelas yang memulai sekolah luar ruangan delapan tahun lalu.

Dia dan timnya telah menambah tujuh program baru tahun ini, yang semuanya telah terisi. Mereka juga bermitra dengan sekolah Montessori setempat untuk menawarkan pilihan full day, di mana sekitar 30 anak, dibagi menjadi dua kelompok, akan menghabiskan setengah hari di ruang kelas dan separuh lainnya di luar ruangan.

"Bagi saya, selalu masuk akal memiliki kegiatan untuk anak di luar," kata Green. "Dan sekarang masuk akal dua kali lipat, karena sekarang telah bergeser dari inisiatif pendidikan dan pengembangan, menjadi semacam inisiatif kesehatan masyarakat untuk mencegah penyakit."


Anak-anak di Guelph Outdoor School mengagumi pemandangan saat mendaki. (David Common / CBC)

Bahkan mereka yang sudah beralih ke filosofi sekolah berpikir secara berbeda tentang nilainya.

Putra Cheryl Cadogan yang berusia 13 tahun, David, biasanya menghadiri program di sana satu hari dalam seminggu selama tahun ajaran. Tetapi tahun ini, kata Cadogan, keluarga mereka semakin waspada karena pasangannya mengalami gangguan imunitas.

"Tidak aman bagi kami sebagai keluarga untuk membuatnya kembali ke sekolah," katanya.

David malah akan sekolah kelas 8 secara online, sementara juga menghabiskan beberapa hari seminggu di sekolah luar ruangan.

Cadogan mengatakan dia tahu masih ada risiko, tetapi dia mengindahkan kata-kata Dr. Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular A.S., yang mengatakan bahwa di luar ruangan lebih baik daripada di dalam ruangan.

Memang, daya tarik aktivitas terbuka selama pandemi COVID-19 berakar pada penelitian ilmiah. Linsey Marr dari Virginia Tech mempelajari bagaimana virus menyebar melalui udara. Dia mengatakan penularan COVID-19 melalui udara sedang terjadi - "tidak diragukan lagi."

Ketika ditanya mengapa ada risiko penularan yang lebih rendah di luar, dia mengilustrasikan seorang perokok. Di luar, katanya, asap yang dihembuskan "dengan cepat menyebar ke seluruh atmosfer dan menjadi sangat encer." Di dalam ruangan, sebaliknya, ia "terjebak".

Sementara penggunaan masker, dengan menjaga jarak fisik dan ventilasi udara yang tepat dapat membantu mencegah penyebaran virus di sekolah, Dr. Marr mengatakan dia akan memanfaatkan "setiap kesempatan yang ada untuk memindahkan aktivitas di luar ruangan."

Dewan Sekolah Distrik Toronto (TDSB) mencoba meningkatkan kesempatan belajar di luar bagi siswanya, mendorong para guru untuk mengambil kelas di luar jika memungkinkan tahun ini. Tetapi sekolah yang tidak memiliki hutan di lingkungan sekitarnya perlu berpikir secara berbeda tentang penggunaan ruang di luar pintunya.

David Hawker-Budlovsky adalah Kepala Koordinator Pusat untuk pendidikan luar ruangan di TDSB. Meskipun tidak mungkin bagi banyak sekolah di pusat kota untuk memiliki program luar ruangan sehari penuh, dia mengatakan para guru akan dapat menjadwalkan waktu di halaman sekolah, sementara masuk dan keluar dijadwal untuk menjaga jarak fisik.



Guelph Outdoor School telah mengalami lonjakan pendaftaran karena COVID-19 mendorong lebih banyak orang tua dan siswa untuk mencari keamanan di udara segar, tetapi dapatkah pembelajaran di luar ruangan mengubah pendidikan setelah pandemi berakhir?

Guru dan siswa harus terbiasa "berkeliling dan menggunakan komunitas sebagai ruang kelas juga," katanya. Ide berkisar dari membaca dengan suara keras hingga kelas di halaman, untuk mengajar tentang perubahan iklim di jurang terdekat, atau belajar tentang sejarah lokal sambil berjalan di sekitar lingkungan.

Hawker-Budlovsky mengatakan akan ada tantangan, dan mengakui rencana tersebut banyak yang menyangsikan. Tapi dia senang dengan gagasan mengajak anak-anak lebih sering keluar.

"Saya pikir yang paling penting adalah bisa melihat ini dengan pikiran terbuka, menjadi kreatif dan sefleksibel mungkin," katanya.

Pikiran terbuka pasti akan menjadi sifat yang berharga bagi mereka yang mengadakan kelas terbuka di musim dingin Kanada. Namun menurut Pamela Gibson, mantan guru yang sekarang menjadi konsultan tentang keberlanjutan dan pendidikan luar ruangan dengan Learning for a Sustainable Future (LSF), siswa dan guru dapat melewatinya.

"Tidak ada cuaca buruk," katanya. "Yang ada hanyalah pakaian jelek." Seiring waktu, katanya, orang bisa belajar bagaimana mempersiapkan diri untuk ramalan yang kurang sempurna itu.

Pada awal 2000-an, sebagai guru di Belfountain Public School di Caledon, Ontario, Gibson mulai bereksperimen dengan kelas terbuka. Ide awalnya dipicu oleh sekelompok orang tua yang mencari cara agar anak-anak mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar di lahan seluas 10 hektar di sekitar sekolah.

Awalnya, dia berkata, "Kami memiliki anak-anak biasa yang terbiasa belajar di kelas, dan merasa tidak nyaman. Tetapi seiring berjalannya waktu, anak-anak dapat menyesuaikan diri dan tidak berbantung pada belajar di kelas kembali."

Pembelajaran di luar ruangan telah menjadi begitu tertanam di sana, katanya, siswa terkadang menghabiskan dua pertiga hari mereka di halaman atau di luar komunitas, mengerjakan proyek kelas.


Permainan 'jaga jarak' adalah bagian dari kesenangan di Sekolah Luar Ruang Guelph.

Guru yang ingin mengadopsi program serupa di tempat lain, katanya, harus kreatif. Tapi dari pengalaman Belfountain, bahkan sebatang pohon pun dapat dipandang sebagai "sumber kurikulum yang memungkinkan."

Gibson menyarankan para pendidik untuk bertanya pada diri sendiri, "Apa matematika di pohon itu? Apa sains di pohon itu? Di mana seni di pohon itu?" Dia percaya semuanya ada di sana.

Mengadakan kelas di luar komunitas tidak hanya memungkinkan, kata Gibson, tetapi juga "penting", bahkan saat pandemi sudah berlalu. Kurikulum, katanya, "seharusnya menjadi apa yang dibutuhkan anak-anak untuk berperan di dunia, bukan hanya di dalam kelas dan bukan hanya di dalam rumah mereka."

Dengan momok COVID-19 yang mendorong pendidik untuk melihat ruang kelas mereka secara berbeda, Gibson berkata, ada "peluang untuk perubahan besar," dan bahkan mungkin peluang untuk meningkatkan sistem di masa depan.

Sumber : https://www.cbc.ca/news/health/pandemic-education-school-outdoors-1.5535039

Marhaban yaa Ramadhan 1441 H

Segenap Keluarga Besar Yayasan Alam Semesta, School of Universe, Maestro School of Technopreneur mewakili seluruh manajemen, guru dan staf mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1441 H. Mohon dibukakan pintu maaf untuk kesalahan yang kami lakukan. Semoga momen bulan Ramadhan ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan amal sholih untuk meraih ketakwaan. 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (Al-Baqarah: 183).

Internalisasi Konsep Sekolah Alam (IKON)

Pemahaman konsep Sekolah Alam adalah hal yang penting bagi penggiat pendidikan di seluruh nusantara tidak hanya Sekolah Alam, namun juga lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal yang peduli terhadap pendidikan akhlak, karakter dan bakat.

Tersebarnya Sekolah Alam tidak hanya di Pulau Jawa, namun Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan Papua membuat pemahaman tentang Sekolah Alam, baik konsep maupun implementasinya terkadang menjadi kendala bagi daerah-daerah yang cukup jauh terpencil karena sulitnya memperoleh informasi.

Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) melalui departemen PSDI menginisiasi sebuah program yang disebut IKON. IKON atau Internalisasi Konsep Sekolah Alam adalah program untuk menyebarluaskan konsep Sekolah Alam ke seluruh penggiat pendidikan khususnya Sekolah Alam di bawah JSAN dan instansi pendidikan pada umumnya.

Selain mengadakan pelatihan dan workshop AKARALAM (akademi Kurikulum Pembelajaran Sekolah Alam) dimana bang Lendo Novo sebagai konseptor Sekolah Alam dapat memaparkan konsep Sekolah Alam langsung kepada peserta, kini bekerja sama dengan Lendo Novo Research Centre (LRC), Pengembangan Sumberdaya Insani (PSDI) JSAN membuat terobosan program IKON jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ditengah mewabahnya penyakit yang membuat setiap orang membatasi ruang gerak sosialnya, konsep Sekolah Alam tetap dapat disampaikan ke seluruh penggiat pendidikan. Pemaparan konsep Sekolah Alam oleh bang Lendo disampaikan melalui video dan proses tanya jawab selain melalui dialog interaktif juga bisa langsung melalui teleconference. Setiap peserta dapat langsung bertanya dan langsung mendapatkan jawaban saat itu juga dari Konseptor Sekolah Alam.

Semoga inisiasi yang inovatif dari kementerian pendidikan yang mengusung merdeka belajar dan pengalaman dan implementasi yang matang dari sekolah alam selama lebih dari 20 tahun dapat merubah pendidikan indonesia semakin baik lagi. Bahkan dapat mengubah bangsa ini kedepannya menjadi lebih baik melalui insan-insan yang berakhlak mulia, berkarakter tangguh dan memiliki logika yang terasah, serta memberi rahmat bagi seluruh alam.

Penggiat pendidikan dapat mengakses langsung pemaparan konsep Sekolah Alam melalui channel youtube JSAN, atau channel youtube School of Universe dan kini juga dapat didengar melalui channel podcast LRC. Peserta juga dapat menghubungi JSAN untuk dapat berdialog langsung dengan Bang Lendo melalui ZOOM meeting. Saat ini sesi IKON tengah berjalan dengan materi Openmind Sekolah Alam, Merdeka Belajar, 22 tahun Kiprah Sekolah Alam di Indonesia dan Sekolah Alam : What Next?. Waktu penyampaian sesi ini adalah 8 - 30 April 2020. 

 

 

 

 

Workshop AkarAlam SM

Alhamdulillah, ditengah ramainya kasus corona yang tersebar di Indonesia semangat para penggiat pendidikan tidak surut dalam menimba ilmu. Workshop  AkarAlam untuk level Sekolah Menengah (SMP/SMA) tetap terselenggara dengan lancar dari tanggal 11 hingga 14 Maret 2020 yang lalu.

Workshop AkarAlam level SM sudah yang kedua kalinya diselenggarakan, setelah sebelumnya juga sudah dua kali dilakukan untuk level TK dan SD. Diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Alam Nusantara bekerja sama dengan LendoNovo Research Centre atas respon banyaknya sekolah-sekolah baru yang muncul mengadopsi konsep sekolah alam yang merupakan implementasi 'merdeka belajar' yang kini sedang ramai diperbincangkan.

Model pendidikan Sekolah Menengah memang tidak kalah kompleks dengan TK dan SD. Pada level ini fasilitator dan orang tua dihadapkan pada fase perkembangan anak menuju kedewasaan. Menghadapi anak yang sudah tidak ingin diatur merupakan salah satu tantangan orang tua di rumah maupun fasilitator di sekolah. Bagaimana kurikulum Sekolah Alam pada tingkatan Sekolah Menengah, dan bagaimana implementasinya di bahas dalam workshop ini. 

Workshop AkarAlam berlangsung selama 4 hari dengan bahasan openmind Kurikulum Sekolah Alam dari konseptor Sekolah Alam Bang Lendo Novo, pendetailan Kurikulum khas Sekolah Alam yang terdiri dari Akhlak, Logika, leadership dan bisnis dan aplikasinya di proses pembelajaran oleh tim kurikulum sekolah Alam. Tidak kalah pentingnya adalah materi kemanajemenan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman dalam bidang pendidikan yakni bagaimana mendirikan Sekolah Alam, memenej sebuah level SM Sekolah Alam, dan aplikasi pendidikan untuk semua, baik siswa berkebutuhan khusus maupun pemanfaatan digital/distance learning sebagai salahsatu metode transfer knowledge.

Salah satu momentum penting dari sebuah pembelajaran digital adalah bagaimana kondisi saat ini dimana sekolah-sekolah diliburkan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona sehingga harus belajar dari rumah. Fasilitator dan siswa dapat tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kali ini Workshop AkarAlam SM diikuti oleh berbagai lembaga dari berbagai penjuru tanah air, diantaranya Garut, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Batam, Cikarang, Purwokerto, Sukabumi, Jonggol, Jawa Tengah dan lain-lain. Semoga kegiatan-kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan agar pendidikan di Indonesia semakin baik lagi.

Workshop Akar Alam SMP-SMA 2020

Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) dan LendoNovo Research Centre (LRC) kembali menfasilitasi para penggiat pendidikan khususnya pendidikan menengah (SMP dan SMA), untuk mendalami kurikulum SM sekolah alam.

Workshop akaralam SM insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 14 Maret 2020 bertempat di Gd. Aula P4TK dan Penjas, Parung Bogor. Adapun materi yang akan diberikan adalah openmind dan konsep sekolah alam khususnya untuk SM, Kurikulum SM Sekolah Alam, dan materi kemanajemen-an seperti tahapan pendirian SM, Manajemen SM, dan Pendidikan untuk semua.

Workshop ini terbuka untuk umum dibatasi 30 peserta saja, untuk guru/ fasilitator khususnya SM dan manajemen Sekolah Alam yang akan atau tengah menjalankan program SMP dan SMA. Peserta/lembaga akan mendapatkan buku kurikulum SM Sekolah Alam dan modul pelatihan.

Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Kadiv PSDI JSAN Bu Myra Safar (082133191122) atau Bu Widya (08561578881)