All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
slide01
slide02
slide03
slide04
slide05
slide06

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo Part 4 - Orang Indonesia itu kreatif

Bisa karena biasa, itu pendapat sebagian orang bahwa untuk menjadi sesuatu yang perlu dilakukan adalah mengulang dan akhirnya terbiasa lalu menjadi bisa

Hmmm.. sebetulnya adalagi yang membuat kita bisa, bisa karena suka, atau bisa karena tertuntut dan terpaksa

yang kedua ini akhirnya yang jadi alasan kenapa orang indonesia itu "bisa-an", adaaa aja jalannya...,

yap! Indonesia memang gudangnya manusia kreatif, kreatif yang lahir karena dituntut untuk bisa, bisa survive!

 

Jangan lupa comment, like and subscribe ya!

Narasumber : Lendo Novo

Host : Dini Fitria

Executive produser : Dini Fitria

Director dan Editor : Ilham Nasbir Saini

Camera person : Irvan Setya Adjie, Irvan Fadila

Produser : Indah Widiastuti

Assistant Produser / Fotografer : Qania Umaira

Artikel terkait :

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo Part 1 - Pendidikan kita sangat tidak merdeka

Ngobrol Bareng Lendo Novo Part 2 - Bahaya banget ngejar gelar dan ijazah

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo part 3 - Anak setan yang tersesat

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo part 3 - Anak setan yang tersesat

Dipublikasikan tanggal 18 Jan 2020 Anak setan! Nah..

itu kata yang terngiang di kepala Lendo Novo, saat mengingat masa kecilnya. Tapi.. di keterasingan nya lah si “anak setan” ini akhirnya mencapai puncak perenungannya. Tentang manusia..., tuhan dan tujuan hidupnya di muka bumi. Bang lendo membuat saya kagum bahwa tidak ada yang salah dengan perbedaan.

artikel Terkait :

Ngobrol Bareng Lendo Novo Part 1 - Pendidikan kita sangat tidak merdeka

Ngobrol Bareng Lendo Novo Part 2 - Bahaya banget ngejar gelar dan ijazah

Ngobrol Bareng Lendo Novo - Bahaya banget ngejar gelar dan ijazah

Ketika lahir kita dibekali dengan insting untuk bereksplorasi, semua hal menjadi sangat menarik dimata seorang anak Lalu, seiring waktu sang anak tumbuh dan perlahan semua terkungkung pada satu harga mati bahwa manusia ditakdirkan hanya untuk : lahir, makan, bereproduksi, ngejar gelar dan ijazah biar dapat jabatan mentereng, lalu mati..

kamu setuju?

Narasumber : Lendo Novo

Host : Dini Fitria

Executive produser : Dini Fitria

Director dan Editor : Ilham Nasbir Saini

Camera person : Irvan Setya Adjie, Irvan Fadila

Produser : Indah Widiastuti

Assistant Produser / Fotografer : Qania Umaira

Artikel terkait :

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo Part 1 - Pendidikan kita sangat tidak merdeka

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo part 3 - Anak setan yang tersesat

Ngobrol Bareng Lendo Novo - Pendidikan kita sangat tidak merdeka

Merdeka adalah ketika kita diberi kebebasan untuk menentukan apa yang kita mau, Dan untuk mendapatkan kemerdekaan itu, salah satunya adalah dengan mendapatkan Pendidikan yang baik, layak, dan  mendukung..

Tapi, bagaimana jika Pendidikan itu sendiri yang tidak merdeka?

 

Narasumber : Lendo Novo

Host : Dini Fitria

Executive produser : Dini Fitria

Director dan Editor : Ilham Nasbir Saini

Camera person : Irvan Setya Adjie, Irvan Fadila

Produser : Indah Widiastuti

Assistant Produser / Fotografer : Qania Umaira

Artikel terkait :

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo Part 2 - Bahaya banget ngejar gelar dan ijazah

Ngobrol Bareng Bang Lendo Novo part 3 - Anak setan yang tersesat

Sekolah Alam, Metode Pendidikan yang Fokus pada Kreativitas Anak

 

 

Ilustrasi sekolah alam. Foto: Shutterstock

Sekolah biasanya identik dengan bangunan yang berisi banyak ruang kelas. Pada bangunan tersebut, ada guru dan murid yang melakukan aktivitas belajar-mengajar. Namun seiring berjalannya waktu, konsep sekolah pun berkembang, misalnya saja dengan hadirnya sekolah alam.

Di Indonesia, sekolah alam sendiri baru diperkenalkan tahun 1998 oleh Lendo Novo, seorang aktivis lingkungan sekaligus social entrepreneur. Padahal di luar negeri, sekolah berbasis alam ini sudah ada sejak tahun 1950 dan digagas pertama kali di Denmark.

Dilansir Earth For Education, sekolah alam pertama di dunia digagas oleh seorang wanita bernama Ella Flatau dengan menciptakan 'Walking Kindergarten'. Taman kanak-kanak ini terinspirasi ketika ia sering mengajak anak-anaknya dan anak tetangganya untuk bermain ke hutan terdekat. Tanpa disangka, dalam beberapa tahun kemudian, para ibu pun membujuk anak-anaknya untuk pindah dari kota ke desa.

 

 

Ilustrasi sekolah alam Foto: Shutterstock

Barulah sekitar tahun 1970-1980an, model pendidikan ini diadopsi oleh beberapa sekolah di Denmark untuk mengembangkan keterampilan anak usia dini. Kemudian, pada tahun 1993, sekelompok perawat dan dosen dari Bridgewater College, Somerset, Inggris mengunjungi Denmark untuk melihat sistem pendidikan tersebut lalu mengembangkannya di Britania Raya.  

Sementara itu, Sekolah Alam di Indonesia yang digagas oleh Lendo pertama kali berjalan dengan delapan orang murid di jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan. Sekolah alam ini awalnya ditujukan untuk menjangkau anak-anak kurang mampu agar bisa mendapat pendidikan yang layak. Seiring waktu, pada 2004, Lendo mendirikan Schoof of Universe, dengan visi mendampingi setiap anak untuk menjadi "pemimpin" di muka bumi dan memberi "rahmat" bagi sekalian alam.

"Saya mendirikan sekolah alam ini bertujuan untuk melahirkan pemimpin di muka bumi. Kan manusia itu diciptakan pada dasarnya untuk menjadi pemimpin di muka bumi, jadi kurikulum yang kita buat itu turunan dari penciptaan manusia. Kita fokus terhadap pengembangan karakter anak, itu yang kita yakini. Karena negara yang besar sukses karena masyarakat yang berakhlak," ujar Lendo kepada kumparanMOM di acara Halo Organik, Central Park, Minggu (22/9).

 

 

Ilustrasi anak belajar di sekolah alam Foto: Shutterstock

Pendekatan yang digunakan pun dititik beratkan pada pembelajaran keterampilan hidup praktis yang luas. Adapun keterampilan yang dikembangkan selain akademik adalah kepemimpinan, akhlak, dan bisnis. Materi yang diberikan dimulai dari konsep dasar sekolah alam itu sendiri, yakni penerapan di lapangan seperti Belajar Bersama Alam (BBA), Belajar Bisnis Bersama (BBB), Learn from Maestro, Kreativitas, dan lain sebagainya.

"Kurikulum tersebut semuanya dilakukan di luar ruangan sambil bermain. Sehingga sekolah pun tak terasa berat bagi anak. Ada juga lho, anak didik yang mengaku tidak mau pulang dari sekolah, bahkan ada orang tua merasa bingung walaupun anak sakit dia tetap mau ke sekolah," ujarnya.

Sekolah alam jadi perpaduan lengkap antara aktivitas visual, kinestetik, dan auditori anak sehingga kreativitas siswa akan terasah dengan sangat baik. Anak pun bisa mengenal hewan, tumbuhan, lingkungan, dan langsung menerapkan ilmu yang diperolehnya saat itu juga, seperti kepemimpinan dan bisnis.

 

 

Pusat bisnis bioteknologi di School of Universe tempat dimana anak-anak terlibat langsung dalam usaha Bio-Cyclo Farming. (Foto: School of Universe website)

"Jadi anak tidak hanya tahu soal teori saja, tapi bisa mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari," kata Lendo.

Soal standar pendidikan tak perlu khawatir, School of Universe yang digagasnya sudah sesuai dengan standar pendidikan di Indonesia, dengan semua guru minimal menyandang gelar Sarjana (S1). Dalam kurikulum pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, kurikulum yang dikembangkan mencakup:

Pengembangan akhlak, dengan metode 'teladan' seperti belajar mengaji dan membiasakan Salat Dhuha.

Pengembangan logika, dengan metode action learning 'belajar bersama alam' ini anak-anak akan diajarkan untuk belajar dari alam langsung.

Pengembangan sifat kepemimpinan, dengan metode 'outbound training' ini anak-anak akan diajarkan Dimensi Diri (Kemandirian), TKA-B, Dimensi Keluarga (Kalangan Terdekat), SD kelas 1-2; Dimensi Komunitas kecil (Kelas), pada SD kelas 3-4, dan Dimensi Komunitas Besar (Sekolah), pada kelas SD 5-6. 

Pengembangan mental bisnis, dengan metode magang dan 'belajar dari ahlinya' seperti anak diajarkan untuk membuat kerajinan tangan yang bisa dijual lagi. 

 

 

Pengembangan sifat kepemimpinan, dengan metode 'outbound training' dilakukan sekali setiap minggunya untuk setiap level (TK, SD dan SM). (Foto: School of Universe website)

Nah bagi Anda yang tertarik menyekolahkan anak di Sekolah Alam, sudah ada 57 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun untuk School of Universe sendiri berada di Jalan Raya Parung 314 KM 43, Parung, Bogor.

 

Sumber : Situs Berita Online Kumparan

Page 1 of 5