All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
slide01
slide02
slide03
slide04
slide05
slide06

Edukasi Anak Energi Terbarukan

Edukasi Anak Energi Terbarukan

Oleh radbogmin2 -  29 Oktober 2018

 

Wilda/Radar Bogor SAINS SEJAK DINI: Perwakilan Kampus UI memberikan wawasan tentang energi terbarukan pada anak-anak didik School of Universe (SoU). PARUNG–RADAR BOGOR,School of Universe (SoU) menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknik Univer­­sitas Indonesia (UI) dalam pembuatan edukasi sains untuk anak.

Kerja sama ini terjalin berawal dari kegiatan Science Fair, yang dilaksanakan SoU, berisikan pameran karya sains dari siswa–siswinya. UI mena­­warkan sebuah kerja sama dalam sebuah kegiatan sosial yang disebut ”Science Education for Kids”.

Dikatakan Fasilitator SM 3, Aghry Wiranata, SoU melatih para siswa untuk dapat ’membaca’ semesta dengan cara pandang yang utuh atau menyeluruh. Diharapkan siswa-siswa tersebut kelak akan menjadi agen-agen perubahan di dalam masyarakat untuk tiga hal kunci yaitu energi terbarukan, nanoteknologi sebagai salah satu peningkat daya saing bangsa serta kemampuan mandiri berbasis kebijaksanaan lokal (indigi­neous). Sebelumnya, pen­dekat­an konsep dasar nanoteknologi yang menarik bagi siswa-siswa didik, melalui Nano Education For Kids.

”Tahapan dalam kegiatan Nano Education For Kids diawali pembuatan modul-modul pelatihan, merupakan workshop bersama antara tim pengusul UI dan para guru di sekolah alam SoU agar dihasilkan modul-modul yang mudah dipahami para siswa dengan tetap memiliki bobot saintifik terkait konsep nanoteknologi di dalam aplikasi sel surya,” paparnya.

Aghry melanjutkan, setelah modul tersebut tersedia, maka akan dilakukan sosialisasi kesadaran energi terbarukan bagi siswa dan guru, yaitu presentasi tim pengusul UI di depan para siswa dan guru sebagai suatu brainstorming agar diperoleh pemahaman yang seragam mengenai energi terbarukan, potensi sel surya di Indonesia sebagai negara tropis, berlimpah­­nya pewarna alami di lingkungan sekeliling sebagai zat penangkap energi foton cahaya matahari, serta potensi material nano dari mineral alami Indonesia.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah ter­laksa­nanya kegiatan implementasi peningkatan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan bagi para siswa di lingkungan sekolah alam SoU.(wil/c)

sumber : Radar bogor http://www.radarbogor.id/2018/10/29/edukasi-anak-energi-terbarukan/

Begini Aksi Sandiaga Jajal Sepeda Listrik

Begini Aksi Sandiaga Jajal Sepeda Listrik

Audrey Santoso - detikNews

Jakarta - Bakal calon wakil presiden 2019 Sandiaga Uno menjajal naik sepeda listrik bermerek Owl saat menghadiri acara HUT ke-20 Sekolah Alam. Sandiaga juga sempat berputar di ruangan naik sepeda itu.

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan acara wisuda mahasiswa Maestro School of Technopreneur ini digelar di Kinanti Building, Jalan Epicentrum Tengah, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8/2018). Kedua instansi pendidikan itu didirikan oleh Lendo Novo, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Sepeda listrik merk Owl merupakan produk karya salah satu wisudawan bernama Irfan Burhaduddin Anwar. Pantauan detikcom di lokasi acara, Sabtu (25/8/2018), Sandi mencoba mengendarai sepeda listrik di depan para hadirin. Sandi hanya berputar di bagian depan ruangan karena ruang gerak terbatas. "Sayang, tempatnya tidak luas. Kalau tempatnya luas, saya mau coba atraksi," kata Sandi. Sandi, yang menjadi tamu kehormatan dalam acara ini, juga diminta mengalungkan medali kepada para wisudawan Maestro School of Technopreneur.

 

Sumber : Detik News

 

Sandiaga Hadiri HUT ke-20 Sekolah Alam

Sandiaga Hadiri HUT ke-20 Sekolah Alam

Audrey Santoso - detikNews

Jakarta - Bakal Calon Wakil Presiden 2019 Sandiaga Uno menghadiri Perayaan HUT ke-20 Sekolah Alam lewat kegiatan bertema 'Festival Gua Banget'. Sandi disambut musik dan pencak silat.

Sekolah Alam didirikan seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Lendo Novo. Sandi tiba di Kinanti Building, Jalan Epicentrum Tengah, Nomor 3, Jalan HR Rasuna Said, RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, pukul 09.34 WIB, Sabtu (25/8/2018). 

Dia disambut genderang ember yang ditabuh murid-murid dari Sekolah Alam dan aksi silat. Sandi lalu menonton aksi para remaja yang sedang bermain musik dan silat tersebut. Dia sempat ikut menggoyangkan badan.

Penyanyi Dik Doang yang menjadi MC acara ini bersama Subki, fasilitator School of Universe. Sandi masuk ke dalam gedung setelah MC mempersilahkan dia masuk.

"Takbir.... Allahuakbar!" seruan tersebut menyambut Sandi. 

 

Sumber : Detik News

Menyayangi Anak dengan Kebutuhan Mereka

Ayah Bunda dan siapapun yang membaca tulisan ini Kita menyayangi anak...tapi apakah kita mengetahui kebutuhan mereka??? Jika dijenjangkan dengan Sekolah, Untuk anak-anak Playgroup dan Taman Kanak-kanak (TK) Bermain adalah Kebutuhan maka jangan paksa mereka untuk bisa ini dan itu. ketika anak menginjak Sekolah Dasar (SD) Bermain juga masih menjadi keseharian maka berikanlah mereka waktu untuk menjadi diri mereka...dan berikanlah perhatian yang terbaik. Bila anak sudah mencapai SMP-SMA Fase ini mungkin yang menjadi hal mengkhawatirkan bagi orangtua, karena di fase ini anak mulai berjalan sendiri...maka dampingilah mereka...berikan nasihat terbaik...berikan mereka kepercayaan...sekali-kali ajaklah diskusi tentang apa yang sedang dialami, apa yang direncanakan dan apa yang disukai dari hobi nya...Ketika sudah duduk di perguruan tinggi masanya anak anak kita mengembangkan potensi dan bakatnya...di masa ini sangat jarang bagi orang tua bertemu dengan anak, karena kesibukan...

Sebagai orangtua pastinya kita ingin memiliki anak dengan masa depan yang baik dalam segala hal...Tugas kita adalah mempersiapkan anak dan generasi penerus bangsa agar mandiri...Kelak kita akan dimintakan tanggung jawab toh, oleh Allah SWT......lebih baik berjuang sekarang, dari pada kelak dimintakan "belakangan" Jangan sia siakan kesempatan mendidik anak...dimanapun asalkan mereka menjadi diri sendiri dan nyaman serta minat dan bakatnya berkembang, maka inysaAllah itu terbaik...

#lendonovo #konseptor #lendo #sou #schoolofuniverse #maestroschooloftechnopreneur #sekolahbisnis #sekolahalam #sekolahminatbakat #sekolahmenyenangkan #menuju20tahunsekolahalam #akaralam #ombakalam #sobatalam #workshopakaralam #saaid #pg #tk #sd #sm #maestro ikuti kami di www.school-of-universe.com dan www.msot.co.id

Wabup Wujudkan Sekolah Alam Tanpa APBD, Dimulai di Long Lancim dan Balikukup

Wabup Wujudkan Sekolah Alam

Tanpa APBD, Dimulai di Long Lancim dan Balikukup

 

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Belum seluruh kampung di Kabupaten Berau memiliki sekolah menengah pertama (SMP). Luasnya wilayah Bumi Batiwakkal, ditambah masih minimnya jumlah lulusan sekolah dasar di satu kampung menjadi kendala. Sementara untuk bersekolah ke SMP di kampung lain, membutuhkan waktu lama, bahkan harus menginap. Dengan keterbatasan ini, adalah salah satu penyebab anak putus sekolah.

Guna memastikan tidak ada anak putus sekolah di kampung, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menggagas pendirian sekolah alam. Sekolah tanpa gedung, pola ini yang diusung dalam program Sekolah Alam. Meski di kampung terpencil belum ada SMP, tapi anak-anak tetap bisa bersekolah melalui sekolah alam.

Wabup Agus Tantomo menggandang Sekolah Alam Indonesia yang telah berhasil mengembangkan sekolah alam di Indonesia. Program ini bahkan akan dimulai tahun ajaran 2018 dan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Pada tahap awal, Sekolah Alam akan diwujudkan di dua kampung dari 17 kampung yang belum memiliki SMP, yaitu di Kampung Long Lancim, pedalaman Kecamatan Kelay, dan Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih. Wabup Agus Tantomo bahkan mengundang Lendo Novo, penggagas Sekolah Alam Indonesia untuk melihat kondisi dua kampung tersebut. Wabup bahkan turun ke lapangan bersama tim ke Kampung Long Lancim untuk bertemu masyarakat guna mewujudkan sekolah alam tersebut. Program ini menjawab penantian panjang masyarakat Long Lancim yang berharap anaknya bisa bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Wabup Agus Tantomo di sela kunjungannya ke Long Lancim bersama tim Sekolah Alam Indonesia, mengungkapkan keprihatinannya karena setiap tahun ada 5 hingga 6 anak yang lulus SD. Beberapa di antaranya tidak melanjutkan ke jenjang SMP lantaran lokasi sekolah berada di seberang kampung yang jaraknya cukup jauh.

Dengan sekolah alam, kata wabup, anak-anak Long Lancim tidak lagi harus berpisah dengan keluarga, karena akan tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah lainnya di kampungnya sendiri. Sekolah alam juga mengajarkan pendidikan membangun karakter dan kemampuan menggali serta mengelola potensi daerahnya.

“Sekolah alam ini adalah sekolah tanpa gedung sekolah, data kita ada 17 kampung belum ada SMP. Agar tidak semakin tinggi angka putus sekolah, kita akan mulai sekolah alam tahun ini,” jelas wabup.

Guna mempercepat terealisasinya program tersebut, Wabup Agus Tantomo siap mengeluarkan dana pribadi untuk membiayai sekolah alam di Long Lancim dan Balikukup sebagai tahap awal. Ke depan, untuk 15 kampung lain yang juga belum memiliki SMP akan mengikuti program ini. Wabup akan tetap berupaya tanpa menggunakan APBD, dan akan menggagas konsep filantropis, mengajak orang per orang yang peduli sesama untuk menyumbang dan memberi kesempatan untuk berpahala.

“Ini saya awali dengan dana pribadi karena memang tidak teranggarkan di APBD. Saya akan berupaya tidak melibatkan APBD,” jelasnya.

Sekolah Alam, lanjut wabup, bukanlah hal baru, di Indonesia sudah ada sekolah alam dan lulusannya telah banyak berhasil. Sekolah Alam Indonesia yang mendukung program ini sudah diakui kualitasnya secara nasional, tidak kalah bahkan cenderung lebih unggul dari sekolah umum.

“Salah satu kelebihan sekolah alam adalah anak-anak tidak hanya diajarkan seperti yang diperoleh di sekolah umum, tapi mereka juga diajarkan belajar bisnis yang lebih khusus seperti bagaimana mengelola potensi sumber daya di daerahnya,” jelas wabup.(hms4/asa)

 

http://berau.prokal.co/read/news/54951-wabup-wujudkan-sekolah-alam.html

Page 2 of 4