Joomla Files Webdesign Erfurt
Header Pic   Header Pic
Header Pic  Pfeil Header Pic
Header Pic
OVERVIEW
ADMISSION
INTERACTIVE
Login Form




SOU Student Exchange PDF Print E-mail
Ehm…ada student exchange di School of Universe!

Student exchange atau pertukaran pelajar memang sebuah program yang cukup unik dan menarik.  Unik karena pelajar yang bersangkutan datang dari negara yang berbeda dari tempat yang dikunjunginya.  Menarik karena pelajar yang mengikuti program ini akan belajar banyak hal yang berbeda dari negeri di mana ia berasal.  Mereka belajar beradaptasi dan bersosialisai, mengenal budaya lokal dan nasional, berbagi pengetahuan dan pengalaman positif, berempati, dan lain-lain.  Yah, perbedaan memang sebuah rahmat dari Tuhan.  Seperti semboyan Negara kita ‘ Bhineka Tunggal Ika’ atau Unity in Diversity.  Walaupun beragam, tapi satu juga.  Yup, indah sekali ya… Biasanya program pertukaran pelajar difasilitasi oleh sebuah program khusus yang diselenggarakan oleh swasta maupun pemerintah yang mengadakan hubungan luar negeri baik bilateral maupun multilateral.  Karena efek lain dari proses pembelajaran sebuah program pertukaran pelajar adalah juga tentunya bagaimana mempererat hubungan baik dua negara yang sedang bekerjasama.  So sweee….t!

Tanggal 26 – 27 Agustus 2008 lalu, tepatnya hari selasa-rabu, sekolah kami kedatangan tamu yang lain dari yang lain, luar biasa dari yang biasa.  Lho, maksudnya apa ya?  Tunggu dulu… Tamu kita ini bukan tamu sembarangan.  Namanya Koki Yamamoto.  Wah, dilihat dari namanya yang pasti dia bukan wong Jowo,tho!  Walau di akhir namanya ada huruf O-nya.  He, he, he…  Yap, dia orang Jepang tulen alias asli Jepang alias Japanese.  Usianya sangat muda, 14 tahun.  Setingkat dengan kakak-kakak di SM (Sekolah Menengah).  Tapi karena di SM sedang ada program magang di luar sekolah, maka dengan sangat girangnya siswa-siswa kelas 6 SD menerima Koki untuk belajar bersama di kelasnya.  Horee….!  

Di negeri matahari terbit sana, nama sekolah Koki yang pelajar Junior High School ini adalah Honan Junior High School.  Dia mengikuti program pertukaran pelajar selama satu minggu di Indonesia yang dimotori oleh TOYOTA Foundation, sebuah perusahaan swasta Internasional.  Walaupun akhirnya Koki hanya belajar dua hari di SoU, menghabiskan liburan musim panasnya.  Koki-san bermalam di kediaman Ibu Frida, orang tua Kahfi Ramadhan (Kahfi) dan Naufal Al-Kautsar (Ocal).  So, setiap harinya mereka bertiga berangkat ke sekolah bersama-sama.  Tapi, tak disangka-sangka, ajaibnya Koki-san tak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.  Nah, lho!  Dia hanya bisa berbahasa Japanese.  Tapi justru ini yang membuat lebih seru.    
 
Hari pertama di SoU, mungkin menjadi hari yang paling berkesan bagi Koki-san yang masih hanya bisa menjawab “yes” ketika saya bertanya “Do you enjoy your class, Koki?” atau sekedar bertanya“Do you like this school?”.  Karena pertanyaan itu mungkin yang lebih familiar untuk seseorang yang masih kesulitan berbahasa Inggris.  Walau sebenarnya saya ingin bertanya lebih banyak lagi.  Tapi terlihat sekali Koki menikmati keberadaannya di SoU, sekolah yang bernuansa alam dan anak-anak yang bebas bermain ke sana ke mari.  Anak-anak kelas 3, 4 dan 5 SD juga merasa senang dengan kedatangan pelajar Jepang ini.  Mereka mencoba-coba bertanya dan mencari akal walau hanya dengan pancingan kata ‘NARUTO’.  Ha, ha, ha…cerdas!  Akhirnya Koki-san pun mengangguk-angguk.  What a clever students!
 
Hari kedua adalah hari yang tak kalah berkesan.  Anak-anak kelas 6 yang digawangi Pak Cipto sebagai wali kelas 6 sudah cukup lihai menghadapi kesulitan berbahasa ini. Walau Koki berbekal kamus elektronik dari Negara Jepang yang serba canggih itu, tapi ternyata bahasa universal atau bahasa tarzan alias body language cukup tangguh mengatasi kendala ini.  Sungguh, alam mengajari kita banyak hal!  Disertai dengan Kak Nadhira (SM-4) yang jago bahasa Jepang dan ditunjuk menjadi guide serta siswa-siswa kelas 6 yang sangat bersemangat belajar kamus manual bahasa Jepang (nihon go), semua terasa berjalan mengasyikkan.  Ditambah dengan Koki yang memang punya misi khusus.  Dia memperkenalkan dan mengajari siswa-siswa kelas 6 membuat kerajinan khas Jepang yang biasa disebut Origami (ketrampilan  melipat).  Bahkan kertas origaminya Koki bawa khusus dari Jepang, lho.  Keren!  Semua anak jadi jago lipat-melipat ala Japan.  Tak kalah dengan Koki, para siswa SD 6 juga menjelaskan kebudayaan mereka masing-masing.  Mereka juga membelikan Koki pempek, makanan khas Palembang yang dibeli di warung dekat pos satpam dan makan bersama.  Koki-san bilang “Karai, karai…”.  Setelah membuka kamus, ternyata karai artinya pedas, saudara-saudara.  Ohh, Koki yang malang, please forgive us… (Andai bisa membungkuk ala Japan, akan kami lakukan!).  Selanjutnya para siswa kelas 6 juga menunjukkan dan menawarkan makanan spesial lain pada Koki saat makan siang.  Tapi dia tidak mau makan dan mencicipi sedikit.  Hanya sesekali mengambil foto.  Walau tak mencicipi banyak makanan Indonesia, Koki sempat mencicipi outbound landing net, lho.  Komentarnya “Ngeri tapi seru…”.   Kira-kira begitu jika diterjemahkan ke dalam bahasa kita, teman-teman sekalian.      
 
Cerita indah dan seru ini akhirnya ditutup dengan pemberian berbagai cindera mata dari para siswa kelas 6 untuk Koki bawa ke negeri asalnya, Japan.  Yah, tepat di hari kedua yang menyenangkan sekaligus menyedihkan.  Karena harus berpisah dengan kawan baru yang hanya singgah untuk dua hari saja.  Tapi paling tidak ada pelajaran baik untuk anak-anak bahwa persahabatan bisa terjalin dengan siapa saja.  Kapan saja.  Sebab persahabatan dan persaudaraan adalah perasaan universal.  Dan pesan inilah yang harus kita bawa agar dunia menjadi damai.  Peace, man! Peace…!  (Yuni Retnowati)

 
NEW AMAR'S NOVEL !!!
NOVEL : NOVOBIOGRAFI
novobiografi.jpg
Academic Calendar
March 2010
M T W T F S S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Header Pic
left unten right unten
© 2010
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.

W3C validiert