| SURFER |
|
|
|
| Written by Darwinsyah |
| Friday, 16 January 2009 08:19 |
|
SURFER (Survival for Teachers SoU) 2008
Dunia saat iini membutuhkan orang-orang yang kuat dan memiliki tekad baja, kenapa? Karena tantangan untuk masa depan yang cerah semakin terbuka seiring dengan kuatnya jiwa dan raga seseorang. Begitu pula dalam dunia pendidikan, School of Universe sebagai sekolah berorientasi masa depan berusaha dengan berbagai cara untuk memperkuat jiwa dan raga seluruh civitas akademikanya. Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, School of Universe mengadakan sebuah training untuk guru dan staff yang bertajuk SURFER atau Survival for teachers. Training ini diikuti oleh seluruh guru dan staff School of Universe. Dilaksanakan pada tanggal 25 sampai dengan 27 Desember 2008 bertempat di Gunung Bunder, Ciampea Bogor, acara SURFER ini digawangi oleh Bpk. Cahya dan tim kaderisasi.
Jadwal keberangkatan dari SoU pukul 07.30 dan tiba dilokasi pada pukul 10.30. Tronton yang mengantarkan peserta training berhenti di kaki gunung bunder, dan para peserta harus melalui jalan terjal menuju lokasi perkemahan. Sesampainya di lokasi perkemahan, diadakan acara pembukaan SURFER yang dibuka langsung oleh konseptor kita Bapak Lendo Novo. Training kali ini diawali dengan pendirian tenda per kelompok sebanyak 5 kelompok. Kelompok pertama adalah super lion yang diketuai oleh Ms. Prima, beranggotakan ibu Rizka, Neneng, Yuni, dan Wiwik. Kelompok kedua bernama Beruang Bangor dengan ketua Bpk Iqbal, dan anggotanya Pak Ermawan, Gigih, Mulyadi, Asnari, dan Tahyudi. Kelompok ketiga bernama SAGA yang diketuai oleh ibu Nurbandiah beranggotakan Ibu Dewi, Nani, Desfry, Rini, dan ibu Faiqoh. Kelompok keempat diketuai oleh ibu Ina, dan beranggotakan Ibu Nisa, Mila, Rani, Ani, Dian, dan Ibu Yulia. Kelompok terakhir adalah Beruang Nakal diketuai oleh Bpk Subki, dan beranggotakan Bpk Amar, Asmuni, Darwin, Cipto, Sumardi, Sartono, dan Bpk Rinal. Acara dilanjutkan setelah ishoma dengan pengenalan medan,dimana medan yang dilalui cukup sulit karena harus melewati tebing sehingga seluruh peserta harus melaluinya dengan cara rapeling. Selesai pengenalan medan, insiden tenda terjadi ketika hujan turun dan adanya kebanjiran di tenda kelompok super lion dan saga. Alhasil seluruh panitia dikerahkan untuk mendirikan ulang tenda untuk kelompok tersebut. Selepas Maghrib, hujan kian deras mendera sehingga peserta berdiam diri di tenda, hanya sesekali piket malam dilaksanakan oleh beberapa peserta. Tepat pukul 2 malam, seluruh peserta dibangunkan untuk melakukan jelajah malam. Rasa takut menjalar ke beberapa peserta yang baru diberitahu bahwa jelajah malam akan dilakukan perorangan. Dengan membaca Bismillah dan membawa pesan “Kami datang dalam gelap menuju jalan jauh berliku” peserta mulai melaksanakan jelajah malam perorangan. Diawali dari lokasi perkemahan dan berakhir pada area parker mobil, dimana pak Faerus sudah menantikan peserta untuk mencatat pesan dan nama peserta.
Pagi hari kegiatan dilanjutkan dengan briefing pagi dengan agenda pengecekan piket dan jelajah malam yang kurang berjalan dan acara jelajah malam yang diwarnai dengan pelanggaran peraturan. Selepas briefing, latihan baris berbaris yang dipimpin oleh pa Syafir pun dilaksanakan. Dilanjutkan dengan persiapan Survival yang dilaksanakan semi dinamis dan solo camp. Tatapan nanar pun datang dari beberapa peserta karena baru diberitakan bahwa survival kali ini dilaksanakan secara solo. Tepat setelah menunaikan Shalat Jum’at kegiatan survival pun dimulai. Pada kegiatan ini terdapat tiga pos yang harus dilalui peserta, pos pertama dilalui peserta hingga pukul 2 dini hari, perjalanan berlanjut selepas pukul 2 dan berjalan menuju pos kedua. Di pos kedua ini, kembali tiap peserta membuat tempat perlindungan secara sendiri-sendiri hingga mencapai waktu untuk menuju pos ketiga yaitu pukul 9 pagi. Setelah mendapatkan sarapan alakadarnya yang didapatkan dari hutan, peserta melanjutkan perjalanan ke pos ketiga untuk mencari slayer SURFER dan kembali ke camp awal dimana hidangan telah menanti mereka. Banyak sekali hikmah yang didapatkan dari kegiatan ini, diantaranya menempa jiwa dan raga agar kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia, termasuk tantangan untuk menunaikan tugas sebagai fasilitator di sekolah. Selain itu dari sini peserta mamahami makna kesabaran sesungguhnya dan menemukan cara untuk mendidik siswa yang sesuai dengan tantangan zaman yang semakin membutuhkan jiwa-jiwa yang kuat dan tangguh. Ya Allah.. semoga apa yang telah kami lakukan dapat bermanfaat bagi dunia dan seluruh alam.. amin. (Rizka)
|
| Last Updated on Wednesday, 21 January 2009 01:50 |








